Cool...!!!

Cool...!!!
My face. ^_^

Kamis, 28 Mei 2020

Life for Blessing

Shallom,
Kita sebagai umat percaya tentu menyadari bahwa masing2 dari kita memiliki karakter yang unik. Tetapi terkadang kita tidak menyadari bahwa setiap karakter yang kita miliki malah bisa jadi suatu 'pandangan' yang negatif buat orang lain.

Karena dalam setiap keadaan tertentu, biasanya ego manusia akan lebih tinggi dari segala sesuatunya.

"Kita kan manusia gak ada yang sempurna, masih berdosa, wajarlah...", yaps, kita memang gak sempurna, kita umat berdosa, tetap hanya kuasa Tuhanlah yang sempurna. Tetapi janganlah jadikan itu sebagai alasan, yang namanya belenggu dosa jangan dipelihara setiap saat, dan jangan jadikan itu sebagai pembenaran yang hakiki. - Galatia 5:19-21; Amsal 4:24

Pentingnya penguasaan diri dalam definisi kasih membuat kita harus belajar mengendalikan setiap sikap hati maupun sifat diri kita. - Galatia 5:23

Peran Roh Kudus yang ada dalam diri kita akan selalu mengingatkan kita dan menolong  kita untuk melakukan kehidupan yang lebih baik. - Galatia 5:25

Amsal 4:23 (TB)  "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."

Siap berproses semakin lebih baik? Biarlah kehidupan kita selalu menjadi berkat untuk oranglain. Untuk kemuliaan Tuhan,. 
Tuhan memberkati. 🙏

Selasa, 26 Mei 2020

12 Hal Saat Sulit Mengucap Syukur

Mungkin masih sedikit orang percaya yang masih mampu bersyukur meski tengah berjalan di gurun pasir dan lembah yang curam. Tak mudah memang bersyukur melakukannya, namun yakinlah bahwa ucapan syukur mampu menambahkan kekuatan dan energi seseorang untuk menghadapi segala persoalan.
Hal ini tertulis dalam Efesus 5: 20  dan 1 Tesalonika 5: 18 bahwa kita patut mengucap syukur di dalam segala situasi dan dinyatakan dalam nama Tuhan Yesus Kristus, sebab hal itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus kepada kita. Menyatakan ucapan syukur menolong kita untuk fokus pada Tuhan di dalam kesesakan, menjauhkan kita dari sungut-sungut, menguatkan keimanan kita dan menunjukkan kerendahkan hati dengan pujian kepada Tuhan Yesus.
Bila kamu merasa sulit untuk mengucap syukur dalam situasi sulit yang kamu rasakan, cobalah renungkan dan lakukan 12 hal ini sebagai bentuk ucapan syukur yang dapat menguatkan dan meneguhkan kamu.

1. Allah berdaulat dan memegang kendali atas segala kesusahan

Tak ada Allah lain yang mengetahui segala hal dari sejak zaman purbakala. Kita memiliki Allah yang telah merancangkan segala hal sejak dari awal hingga akhir hidup kita. Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan (Yesaya 46: 9-10).

2. Allah adalah sumber cinta dan berkat kekal

Tuhan mengklaim diri sebagai sumber kasih dan berkat yang tak berkesudahan sampai selama-lamanya (Ratapan 3: 22-23).

3. Tuhan tak pernah meninggalkan dan mengabaikan umat-Nya

Dalam situasi apapun kita, baik susah dan senang, Allah yang adalah sumber kehidupan tak akan sekali-kali meninggalkan kita (Ibrani 13:5).

4. Tuhan selalu ada dalam kesusahan umat-Nya

Sama seperti Petrus yang tak ditinggalkan sekalipun ia meragukan Yesus sebagai Juru Selamat. Dalam Yesaya 43: 2, Allah dengan terang menyatakan bahwa saat menyeberang air, sungai-sungai dan nyala api, Tuhan akan senantiasa menyelamatkan.  

5. Tuhan mendengar setiap doa-doamu

Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong (Mazmur 34: 15).
Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya (Mazmur 34: 17).

6. Tuhan membentukmu serupa seperti Kristus lewat ujian

Allah menyatakan bahwa ia akan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8: 28). Artinya, bahwa setiap ujian yang kita lewati adalah alat yang dipakai Tuhan untuk membentuk kita menjadi serupa dengan gambaran-Nya.  

7. Penderitaan hanya bersifat sesaat

Paulus mengingatkan jemaat di Korintus bahwa segala penderitaan yang dialami oleh orang-orang percaya hanya bersifat sementara. Setiap orang yang rela menanggung kesukaran itu baginya akan dianugerahi kekekalan yang melebihi dari segala-galanya (2 Korintus 4: 17).

8. Yesus adalah imam besar yang turut merasakan kesukaran

Sebab Yesus telah terlebih dahulu menanggung penderitaan di kayu salib, sekalipun Ia tidak pernah berdosa (Ibrani 4: 15). Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi pengantara mereka (Ibrani 7: 25).

9. Tuhan dekat dengan orang-orang yang terluka

Tuhan tak akan pernah membiarkan setiap orang merasakan luka sepanjang hidupnya. Sebaliknya, Ia adalah pribadi yang sangat dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya (Mazmur 34: 18).

10. Tuhan adalah perlindungan, kekuatan dan menara yang kuat

Allah adalah tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti (Mazmur 46: 1).
Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat (Amsal 18: 10).

11. Tuhan menyelamatkanmu, menghapus segala dosamu dan mengangkatmu menjadi anakNya

Tak ada hal yang lebih besar dari menyatakan ucapan syukur atas pengorbanan Yesus di kayu salib untuk membayar segala dosa kita dan mengangkat kita menjadi anak-Nya. Sehingga kita patut berbahagia atas semua itu (Roma 4: 7).

12. Suatu saat nanti segala penderitaan akan berakhir

Suatu hari nanti Tuhan akan membasuh air mata kita, dan kita akan melihat kemuliaan dari wajah-Nya. Segala air mata, ratap tangis atau dukacita akan dihapuskan-Nya (Wahyu 21: 4).
Meski hari ini terdapat setumpuk persoalan yang mendera kehidupan kita, ingatlah bahwa Tuhan tetap baik. Pada saat kita menghadapi masalah atau pencobaan, Dia mempunyai rencana yang indah dan baik dalam hidup kita. Ia ingin melatih kita menjadi pribadi yang kuat dan tangguh.

Untuk kemuliaan Tuhan, biarlah menjadi berkat. Tuhan berkati.

Rabu, 13 Mei 2020

PROFIL DISABILITAS

Menu: 

• Nama lengkap : REZA ALVIRA SETIADI
• Tempat, tgl lahir : JAKARTA, 22 SEPTEMBER 1995
• Jenis disabilitas : TUNANETRA
• Kategori : LOW VISION
• Faktor : GENETIK "RETINITIS PIGMENTOSA"
• Sejak : 2000 (USIA 5 TAHUN)

MENGENAI "RETINITIS PIGMENTOSA"

Retinitis pigmentosa (RP) merupakan kumpulan penyakit pada retina yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami rabun senja serta gangguan penglihatan yang berkembang secara bertahap, hingga akhirnya mengalami kebutaan.

Retina adalah lapisan tipis di belakang mata yang berfungsi untuk menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal untuk dikirim ke otak, sehingga kita dapat melihat.

Pada retina, terdapat dua jenis sel fotoreseptor yang berfungsi untuk menangkap cahaya, yaitu sel batang dan sel kerucut (konus). Sel batang terletak di tepi retina, dan fungsinya adalah untuk membantu melihat dalam kondisi gelap. Sementara sel kerucut berfungsi untuk membantu melihat dalam kondisi terang, dan sebagian besar sel ini terletak di tengah retina.

Pada retinitis pigmentosa, terjadi kematian sel fotoreseptor secara bertahap, terutama sel batang, yang disebabkan oleh kelainan genetik.

Retinitis pigmentosa adalah kondisi yang langka dan diperkirakan hanya terjadi pada 1 dari 3.000–8.000 orang di seluruh dunia. Walaupun langka, retinitis pigmentosa merupakan penyebab utama gangguan pada retina yang dapat diturunkan secara genetik.

Pada kasus autosomal resesif, dibutuhkan sepasang gen yang bermasalah untuk memunculkan retinitis pigmentosa. Itu artinya, seseorang dapat mengalami kondisi ini hanya bila ia mewarisi 2 gen pembawa penyakit retinitis pigmentosa, yaitu satu dari ayah dan satu dari ibu.

Pernikahan sedarah adalah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya retinitis pigmentosa yang diturunkan secara autosomal resesif.

Penderita retinitis pigmentosa jenis ini biasanya akan kehilangan penglihatan pada bagian tengah lapang pandang di usia 30-an.

GEJALA "RETINITIS PIGMENTOSA"

1. Rabun senja (nyctalopia)

Gejala ini paling sering terjadi pada awal perjalanan penyakit dan menyebabkan penderita sering menabrak atau tersandung benda pada kondisi gelap dan tidak bisa menyetir di malam hari atau saat berkabut.

2. Penyempitan lapang pandang (tunnel vision)

Penyempitan lapang pandang atau gangguan penglihatan pada tepi lapang pandang (tunnel vision). Penderita biasanya mengeluh sering menabrak furnitur atau gagang pintu, atau kesulitan melihat bola saat bermain tenis atau bola basket.

3. Photopsia dan photophobia

Pada photopsia, penderita melihat kilatan, kilauan, atau kedipan cahaya. Sedangkan pada photophobia, penderita mudah merasa silau ketika melihat cahaya.

Kebanyakan keluhan akibat retinitis pigmentosa muncul di usia 10–40 tahun. Gejala-gejala tersebut bisa memberat secara bertahap dalam hitungan tahun, bisa juga memberat dengan cepat dalam jangka waktu yang pendek.

PENGOBATAN "RETINITIS PIGMENTOSA"

Belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan retinitis pigmentosa atau mengembalikan penglihatan penderita yang hilang akibat kondisi ini. Perubahan pola makan dan pemberian suplemen vitamin Apalmitat, DHA, lutein, dan zeaxanthin mungkin dapat memperlambat perkembangan penyakit ini.

Penderita retinitis pigmentosa disarankan untuk menggunakan kacamata hitam ketika beraktivitas di luar rumah pada siang hari, agar matanya terlindungi dari paparan cahaya matahari. Hal ini karena paparan cahaya yang berlebihan dapat mempercepat penurunan daya penglihatan.

(Diringkas dari: alodokter.com)